Penyakit Halitosis Bagi Kesehatan Gigi dan Mulut


Halitosis atau Bau Mulut

Pengertian Halitosis atau Bau Mulut. 

        Halitosis atau bau mulut adalah bau nafas yang tidak enak, tidak menyenangkan dan menusuk hidung. Menurun B Ginting (1985) dan Rasinta Tarigan (1992), bau mulut merupakan keadaan yang sangat tidak menyenangkan pada pergaulan di masyarakat terlebih pada anak-anak muda. Orang akan menjauhi atau menutup hidung waktu penderita halitosis berbicara dekat dengannnya. 

Penyebab Halitosis atau Bau Mulut. 

            Penyebab halitosis menurut Endah Kusumawardani (2011) adalah: 

 1. Makanan, misalnya bawang merah, bawang putih, jengkol, petai, durian. 

 2. Vitamin C (terutama dalam dosis tinggi) 

 3. Kebersihan gigi yang jelek 

 4. Merokok 

 5. Alkohol 

 6. Penyakit gigi dan mulut:

  • Karies Gigi
  • Abses gigi
  • Impaksi gigi
  • Periodontitis
  • Gingivitis 

 7. Benda asing yang tersumbat di hidung (terutama pada anak-anak) 

 8. Obat-obatan: 

  • paraldehid 
  • triamterene
  • obat bius yang dihirip
  • suntikan insulin

 9. Penyakit umum yang dapat menyebabkan bau mulut: 

  • Infeksi tenggorokan 
  • Sinusitis dan polip hidung yang meradang 
  • Penyumbatan usus 
  • Diabetes Melitus 
  • Kanker kerongkongan 
  • Karsinoma lambung 

            Sedangkan B Ginting (1985) berpendapat bahwa halitosis antara lain dapat disebabkan: 

1. Penyakit Diabetes Melitus, nafasnya berbau khas yaitu bau keton 

2. Pencernaan yang tidak baik, sebagian makanan jadi basi sehingga mengeluarkanbau yang tidak baik. Hal ini bisa terjadi pada orang yang selalu makan terlalu banyak dan tidak teratur serta kurang olah raga. 

3. Selubung gigi yang longgar. Pembuatan selubung gigi yang tidak baik akan mengakibatkan sisa makanan banyak terperangkap dan susah membersihkannya, sehingga terjadi proses pembusukan oleh kuman kuman dalam mulut. Demikian pula apabila seseorang memakai gigi palsu lepasan tetapi malas melepas dan membersihkannya maka kotoran yang melekat pada gigi palsu akan mengakibatkan bau busuk. 

4. Bernafas melalui mulut sehingga mulut kering, mengakibatkan bau mulut. 

5. Sela-sela gigi yang cara pembersihannya kurang sempurna sehingga kotoran yang tersembunyi akan membusuk. 

Gejala Halitosis atau Bau Mulut. 

            Donna Pratiwi (2007) mengatakan bahwa keadaan halitosis sering kurang disadari. Bila disadari maka akan membuat rendah diri. Oleh karena itu kita perlu mengenal beberapa gejala halitosis: 

  1. Sering merasa tidak enak atau ada rasa asam didalam mulut 
  2. Orang lain berkomentar tentang bau nafas, kemudian menawarkan sejenis permen atau obat penyedap bau napas. 
  3. Tanpa sadar, penderita halitosis sering menggunakan produk penghilang bau mulut, penyegar napas atau semacamnya. 
  4. Orang lain tidak mau berdekatan saat berbicara. 
  5. Lawan bicara sering menutup hidung menggunakan telapak tangan. 
  6. Penderita halitosis merasakan mulut kering atau air liur lebih kental daripada biasanya. 

Perawatan Halitosis atau Bau Mulut. 

            Menurut Donna Pratiwi (2007), perawatan halitosis dilakukan dengan beberapa cara: 

1. Menyikat gigi secara benar dan teratur. Kemudian periksa area yang bermasalah dalam mulut seperti gusi, gigi berlubang besar, gangren, serta sisa akar gigi yang masih, tambalan yang rusak, bentuk tambalan tidak baik bila hal ini dibiarkan maka sisa makanan mudah melekat dan sulit dibersihkan dapat mengeluarkan bau busuk. Serta tidak lupa bersihkan lidah menggunakan pasta gigi. 

2. Biasakan mengunyah permen atau permen karet tanpa mengandung gula untuk meningkatkan produksi air liur. Kita ketahui bahwa air liur adalah obat kumur pembersih mulut alami dengan kandungan antibiotik yang dapat mengatasi jumlah bakteri mulut. 

3. Jika produksi air liur menurun, pertahankan kelembaban mulut dengan meminum air delapan gelas perhari. Pertahankan air dalam mulut selama mungkin (minimum 20 detik) dan kumur sebentar sebelum dikeluarkan. Semakin lama air berada dalam mulut semakin baik. 

4. Kekurangan vitamin C merupakan salah satu faktor penyebab bau mulut. Bagi para perokok dianjurkan untuk mengkonsumsi vitamin C secara rutin karena nikotin merusak kandungan vitamin C dalam tubuh. Bagi penderita bau mulut yang parah, lebih baik menghilangkan kebiasaan merokok. 

5. Gunakan Water Pik (penyemprot air khusus gigi) yang dapat melepaskan sisa kotoran di sela-sela gigi. 

6. Gunakan obat kumur yang mengandung bahan penetral bau mulut seperti cetylperidinium chloride (CPC), zinc chloride, atau chlorhexidine. 

7. Makan secara teratur beberapa kondisi bau mulut yang disebabkan perut kosong jangan biarkan perut kosong kecuali memang berpuasa. Dan memilih sayuran dan buah-buahan sebagai camilan, misalnya wortel dan apel. 

8. Apabila memakai gigi palsu berupa selubung gigi yang terbuat dari logam atau plastik atau porselen, harus diperhatikan kebersihannya. Katika sudah longgar atau bocor, sebaiknya datang ke dokter gigi untuk membuka selubung gigi itu secepatnya, lalu diganti dengan selubung gigi yang baik yang memenuhi syarat kesehatan sehingga nyaman dipakai dan tidak menimbulkan bau busuk. 

9. Apabila memakai gigi palsu lepasan sebaiknya juga dijaga kebersihannya, gigi palsu sering dilepas dan disikat dengan sabun atau odol sampai bersih supaya kotoran tidak melekat dan tidak menimbulkan halitosis. 

Pencegahan Halitosis atau Bau Mulut. 

            Menurut Martariwansyah (2008), beberapa cara mencegah bau mulut adalah: 

1. Menggosok gigi dan lidah secara teratur terutama setiap kali habis makan adalah salah satu cara termudah dalam memelihara kebersihan mulut. Cara lainnya adalah melakukan pembersihan karang gigi secara berkala, 3 atau 6 bulan sekali tergantung banyaknya karang gigi. Kemudian berkumur-kumur menggunakan cairan penyegar mulut (mouthwash) secukupnya. Hal tersebut secara mekanis dapat membantu mengeluarkan kotoran yang terjebak di sela sela gigi. 

2. Minumlah air putih sebanyak 8-10 gelas sehari, tujuannya untuk menjaga gusi selalu basah dan metabolisme tubuh tetap stabil. Selain itu dianjurkan minum air teh hijau karena mengandung zat yang dapat membunuh bakteri mulut sekaligus menghilangkan bakteri penyebab napas berbau. Bagi yang suka ngemil tidak ada salahnya mengunyah permen karet tanpa gula selama beberapa menit, yang berfungsi untuk mencegah penumpukan bakteri-bakteri dalam ludah di mulut dan tenggorokan. Namun jangan terlalu sering karena dapat berakibat buruk pada sendi rahang. 

3. Banyak-banyaklah mengkonsumsi buah-buahan, terutama apel, wortel, dan buah pir. Buah pir termasuk salah satu buah-buahan berserat tinggi. Serat-serat buah pir dapat digunakan sebagai sikat gigi alami yang dapat membantu meningkatkan kebersihan rongga mulut dimana mampu mengurangi penumpukan plak pada permukaan gigi. Pir juga mengandung vitamin, mineral dan air. Rasa asam dan manisnya pun dapat meningkatkan volume air ludah. Peningkatan kadar aliran ludah dapat membantu membersihkan bakteri bakteri yang membahayakan mulut. 

4. Mengubah kebiasaan buruk, seperti merokok dan minum alkohol. Merokok dapat memperburuk status kebersihan mulut sehingga dapat memicu terjadinya radang gusi. Alkohol dapat mengurangi produksi air ludah sehingga mengiritasi jaringan mulut yang akhirnya semakin memperparah bau mulut 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Macam-Macam Teknik Menyikat Gigi